Nafsu Ibu Rumah Tangga yang Montok

Oleh Cerita 17 Pada 02 April 2017 - 22:36

Aku punya tetangga bernama ibu Dhona Umurnya sekitar 45 tahunan Ia seorang Ibu Rumah Tangga dengan 3 orang anak yang sudah beranjak dewasa semua wajahnya biasa saja, hanya sedap dipandang mata Tubuhnya gemuk engga kurus pun enggak Montok dan sekel Sedangkan kulitnya kuning langsat, Rambutnya agak ikal sebahu lewat dan bibirnya agak lebar tapi tidak terlalu tebal Yang paling kusenangi adalah payudaranya sangat menggoda Anak pertamanya laki-laki, seorang tentara dan berdinas diluar pulau jawa Yang kedua perempuan bekerja sebagai seorang Pengawas Mutu (QC) di sebuah pabrik Yang bungsu sedang menempuh semester 4 di salah satu perguruan tinggi di Jakarta Alhasil, setiap hari bu Dhona tinggal sendirian di rumahnya Awal pertemuanku dengan bu Dhona terjadi pada saat sedang hajatan tetanggaku Ibu Dhona sebagai koordinator Urusan Dapur dan aku koordinator pemuda pemudi yang bertugas sebagai pager ayu dan pager bagus serta petugas kebersihan yang tugasnya ngangkutin piring kotor dan sampah Saat itu sudah jam 10 malam menjelang hajatan, aku sedang mempersiapkan janur yang sudah dirangkai dan siap dipasang Setelah urusan pemasangan janur aku serahkan kepada salah seorang kawanku, aku pun bersiap untuk pulang agar besok badanku segar dan tidak terlalu letih akibat begadang Tia-tiba sang empunya hajat memanggilku dan meminta tolong untuk mengantar Ibu Dhona ke pasar karena ada yang terlupa untuk dibeli Kusanggupi permintaannya dan ku nyalakan skuter tua buatan italiku Tak lama bu Dhona pun nyemplak dibelakang dan kami segera menuju pasar menembus gelapnya malam yang lumayan dingin “Pelan-pelan aja mas, saya takut!” celetuknya ketika vespaku kugeber agak kencang “Ga papa kok bu, udah biasa… abs kalo pelan jalannya ga enak!” kataku sekenanya Ia tidak menjawab dan malah mengalungkan tangannya ke perutku “Tar kalo kenapa-kenapa dijalan kamu tanggung jawab ya…?!?!?” katanya ketus Singkat cerita sampailah kami di pasar dan setelah mendapatkan apa yang dicari kami segera otw pulang Sialnya, ditengah jalan vespaku mogok entah kenapa Kuminta bu Dhona si ibu rumah tangga turun dan kuperiksa mesinnya Sekilas nampak raut kesal di wajah ibu Dhona “Tau begini tadi pake motor si Hendrik saja?!!” “Sebentar bu, biasanya kao ngadat begini cuma sebentar kok!” Kataku berupaya meredam kekesalan bu Dhona lalu setelah ku utak utik platinanya sang tunggangan pun kembali menyala Setelah menyala, kuuminta bu Dhona naik dan kami meneruskan perjalanan “Makanya jangan kenceng-kenceng! marah motor mu tuh!” kata bu Dhona “Hahahahaha… si ibu bisa aja!, namanya barang ttua ya begini bu , seuka ngadat!” “Eh belum tentu lho, ada juga barang tua yang ga pernah ngadat…!” sanggahnya “Emang ada bu? kalo ada saya mau tuh!!” jawabku… “Udah aha, konsentrasi sm jalan sana! Tar nabrak lagi!” omelnya “Oke mami siap laksanakan” “Mami mami, emangnya aku germo!??” jawabnya sambil mencubit perutku pelan “AOWWW, sakit bu!” dan sepeda motorku sedikit oleng… uppsss, dengan sedikit skill motor kembali dapat kukendalikan “Udah ah jangan becanda mulu, tar jatoh lagi” Skip story sampe juga kami di alamat semula “Her, langsung anter aku ke rumah aja, besok aja lah belanjaannya dianterinnya dipakenya juga buat sorenya kok!” bu Dhona memintaku “ya udah, gapapa” motor ku belokkan ke arah gang bu Dhona si ibu rumah tangga “Makasih ya, eh km ada nmr hp saya ga? supaya besok gampang buat koordinasi!” kata bu Dhona setibanya di pagar depan rumahnya, kami pun bertukar no hp masing masing Sampe dirumah tiba2 hpku berbunyi SMS dari bu Dhona ‘Her, km bs dateng ke rumha ga? sklian bawa baju yg td disewa saya mau fitting tadi lupa’ Aku berkerut, oh iya tadi sore aku ditugaskan mengambil baju sewaan buat orang2 yang bertugas di pramanan ‘Ok bu saya kesana’ jawabku dan lsg kusambar tas plastik yang berisi baju dan kain sewaan sampai dirumah bu Dhona, baru mau aku ketuk pintu pager bu Dhona sudah muncul dari dalam rumah Aduuhhh… dia pakai baju tidur diatas lutut, menampilkan kakinya yang padat berisi serta pahanya yang mulus, walaupun terlihat masih memakai bra, dadanya yang montok sempat membuatku menelan ludah “Hey malah bengong ayo masuk, mana bajunya?” aku kaget setengah mateng saat tangannya mengusap wajahku Halus sekali… dan wangi … entah lotion entah parfum… aku pun masuk mengikuti bu Dhona si ibu rumah tangga … Alamak bokongnya sangat menggoda… Setelah didalam, aku dipersilahkan duduk dan basa basi sebentar, “herna kemana bu?” kataku menyakan anaknya yang bungsu “Oh, dia lagi ke tempat kawannya Katanya ada tugas kuliah, besok paling dia pulang” setelah ngobrol sedikit, ia pun membawa tas plastik itu kedalam dan agak lama aku menunggu di ruang depan rumahnya Selama penantian itu aku membayangkan sedang bergumul dengannya dikasur dan melepaskan hasratku yang terpendam dengannya Saling mencium, saling menjilat dan saling meraba 15 menit berlalu dan ia kembali ke ruang depan sambil menenteng tasnya “Aduh maaf ya her, kelamaan eh kamu mau minum ga??? sampe lupaaa… tar ya saya ambilin minum dulu… mau kopi apa kopi susu? Kopi susu aja yah, kopi hitamnya saya lupa udah abis…” katanya nyerocos… ” Ga usah bu… gapapa !” percuma aku menjawab karena bu Dhona si ibu rumah tangga sudah ngeloyor ke belakang Tak lama ia kembali sambil membawa secangkir kopi “maaf, kopi susunya yang abis, ga taunya adanya kopi item” “Gapapa kok bu ga usah repot-repot” Sambil menikmati kopi, kami mengobrol ngalor ngidul sampe akhirnya ku tahu suaminya pergi meninggalkan dia saat anaknya yang bungsu masih kelas 2 SD, demi meraih cinta seorang pramugari Diam-diam kuambil gambarnya pake hpku Pembicaraan semakin hangat bahkan mulai menjurus ke hal2 yang berbau XXX “Kopinya mau nambah ga? tapi kalo mau kopi susu ga ada…” tanya bu Dhona saat melihat isi cangkir yang tinggal setengah “Gapapa, bu Udah cukup Lagian kopinya juga udah berasa kopi susu kok!” jawabku sambil nyegir “Lho kok bisa gitu?” bu Dhona kelihatanya bingung dengan jawabanku “Iya dari tadi udah pake susu… walau hanya pandangan… hehehehe…” “eeeehhh… kamu… genit ya! berarti kamu dari tadi ngintipin nenen saya ya? dasar genitt ih!” katanya sambil kembali mengusap wajahku Kali ini kutangkap tangannya dan ku cium jarinya Nampak bu Dhona si ibu rumah tangga agak terkejut menerima perlakuanku, tapi hanya sepersekian detik saja Ia hanya diam saja ketika aku mulai menciumi dan menjilati jari tangannya Namun ia kemudian menarik tangannya “Mmmmaaaffhh… bu… maaaf… saya terbawa suasana… ” kataku mencari pembenaran Bu Dhona tak menjawab dan hanya menarik nafas panjang, tak lama ia ke belakang samb il membawa cangkir kopiku yang sudah habis Aduh, ngambek dia… pikirku Salah sendiri ga pake basa basi pikirku wah kacau ni bisa nanti Beberapa saat kemudian ia kembali ke depan dan aku pun bersiap untuk pamitan “Her, maksud kamu apa tadi?” Gemet aku ter… “MMaaafff bu… maaf… kalo ibu tersinggung… maaf sekali lagi Saya terbawa suasana Abis ibu pakeannya bkn sy jelalatan…” “Gapapa Her, saya cuma kaget aja kamu kok berani begitu sma saya Eh, kamu jangan pasang wajah melas gitu doong… serius her, saya ga marah… “ “Beneran bu, ibbu ga marah?” tanyaku lagi “Enggak, ga marah beneraan… suerr!” Bu Dhona si ibu rumah tangga malah mendekati tempat aku duduk dan memegang bahuku “Kamu udah buat darah saya berdesir, waktu kamu isapin jari saya Her, saya… saya… ” bu Dhona tidak meneruskan kata-katanya dan malah memeluk saya Saat toket nya menempel, serasa darah ini berkumpul di kepala dan kaget bukan kepalang dengan perlakuan bu Dhona ini Belum selesai kaget ku, bu Dhona lalu memegang kedua pipiku, “Saya mau lebih dari itu, kamu mau ga??” Sumpah, lelaki ****** dan homo saja yang ga mau memberikan lebih dari sekedar mengisap dan menjilati jari wanita seperti bu Dhona ini “Bu, Ibu serius??” “Serius, bahkan sejuta rius!!” katanya sambil masih memegangi kedua belah pipiku Baru aku mau ngommong tiba tiba bu Dhona menarik kepalaku dan mengecup bibirku berulang-ulang Lama-lama kecupannya berubah menjadi lumatan di bibirku Mendapat serangan seperti itu, kukalungkan taanganku dilehernya dan balas melumat bibirnya dengan lembut Kami sangat menikmati permainan bibir itu, sampai-sampai bu Dhona kutidurkan di sofa sambil terus melumat bibirnya dengan lembut Perlahan aku turunkan bibirku ke arah dagunya dan semakin turun ke lehernya Bu Dhona hanya bergelinjang dan mendesah-desah nikmat, membuat aku semakin terangsang Ku belas payudaranya yang selama ini hanya kudambakan dalam lamunan pada setiap acara onaniku Bu Dhona si ibu rumah tangga makin menggelinjang dan semakin belingsatan saat ku remas halus payudaranya dari luar Tiba-tiba ia mendorong tubuhku dan mengangkat bagian bawah bajunya, “liat nih… kamu harus bertanggung jawab…” katanya sambil memnunjukkan celana dalamnya yang kelihatan basah “Mau dituntaskan bu?” tanyaku sedikit menantang “Dikamar aja yuk!?” jawabnya akupun hanya mengangguk dan mengikuti bu Dhona yang berjalan ke kamarnya Di kamar, kami melanjutkan acara saling memagut dan melumat bibir “Her, puasin aku malam ini!” katanya padaku Ia pun berdiri dan melepas bajunya Nampaklah payudaranya yang memang lumayan besar tapi agak kendor Bu Dhona sekarang tinggal memakai bra dan cdnya saja Nampak memeknya yang tembem tertutup celana dalam putih dan depannya basah akibat permainan tadi Lalu bu Dhona naik ke kasur dan menciumi bibirku kembali dengan posisi berlutut Kusambut ciumannya sambil meremas lembut payudaranya Sambil berciuman, kucoba melepas kaitan bra-nya dan setelah berhasil kujilati pentilnya dan kuremas pelan Sambil kuhisap payudaranya yang sebelah kiri, kuremas payudara yang sebelah kanan Bergantian kujilati dan kuhisapi kedua payudara bu Dhona sambil a masih berlutut menghadapku Tak lama ia merapatkan perutnya dan mengoyang-goyangkan memeknya didadaku sambil terus mendesah, dan gak lama ia memeluk tubuhku erat sambil melenguh panjang, “ooooowwwwwwhhh… aaah… sssssssshhhh emmhhh… aaahh… aaahhh … aaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh!!!!!” Orgasme rupanya dia “Her buka pakaianmu… her, pliiisss… puasin aku malem ini her…” wajahnya nampak memelas sekali Segera kulepas semua pakaian dari yang terluar sampai yang terdalam Kontolku yang sudah ngaceng seddari tadi pun tegak terangguk-angguk menanti sasaran tembak Tanpa banyak komentar, bu Dhona si ibu rumah tangga langsung menciumi bijiku dengan lembut sesekali ia mengulum biji pelerku dan menjilatinya Setengah mampus aku menahan geli enak dan rasa aneh saat ia mengulum biji pelerku Rasa-rasa ingin kencing, linu dan rada-rada enek… Kubelai rambutnya sambil sebelah tanganku mengusap punggungnya yangg halus Lalu ia mulai menciumi bataang kontolku dan memasukannya kemulut Ahh… aahhh… enak bu enakh… ah…aaaahhh… ssshhh… aaaahhhh… itu yang kukatakan saat kepalanya maju mundur mengulum kontolku Tak tahan melihat pantatnya yang bulat, segera kutarik pahanya keatas, dan dalam sekejap kami sudah berada dalam posisi 69 kujilati memeknya dengan penuh sukacita, kadang kadang-kadang kutekan lidahku di clit-nya sambil terus meremas pantatnya Bu Dhona si ibu rumah tangga nampak terbawa dengan permainan ini dan ia mulai menggoyang-goyangkan pinggulnya dan terkadang menekannya ke mukaku sampai-sampai aku susah bernapas 5 menit berselang ia melepaskan kulumannya pada kontolku dan meremas betisku dengan keras sambil mengejang dan mengerang Bahkan mukaku ditekannya menggunakan memeknya Oooooohhh… aaaarrrrggghhhh… aaaaahhh… ssshhhhhhh… aaaaaahhhhh… dan terasa ada yang mengalir dan membasahi bibir dan mulutku Orgasme lagi dan tercium aroma khas cairan lendir wanita di hidungku dan mengalir menuju mulut dan lidahku Segera kusapu dan kuhisap sambil sesekali menghisap clitnya Bu Dhona menggulinggkan tubuhnya dan tergolek lemas setelah mendapatkan orgaasme keduanya Kuambil insiatif dengan melebarkan pahanya dan mulai kutusuk dia dengan kontolku Kuulek-ulek sedikit permukaan memeknya denga kepala kontolku dan bu Dhona mulai terangsang lagi Perlahan mulai kumasukkan kontolku, sambil terus mengulek permukaan memeknya Blesshhh… cleepppp… perlahan namun pasti kontolku mulai memasuki area persengamaan bu Dhona sambil diikuti erangan dan lenguhan kenikmatan bu Dhona si ibu rumah tangga ooooohhhh… sssshhhhh…… sssshhhhh… terusssshhhh… herrr… mmmmmasssukiiinnn yg dalemmmmhhh ohhhh… Kugenjot memek bu Dhona dengan kecepatan biasa dengan posisi dua kaki bu Dhona berada di bahuku sedangkan aku mengambil posisi berlutut sambil maju mundur menggenjot memek bu Dhona aaahhh… ahhhh…aaahhhh… aaahhh… bu Dhona terus mendesah seperti itu setipa kontolku ku masukkan Tak lama leherku dijepi oleh kedua kaki bu Dhona dan ia mengangkat pantatnya keatas sambil melolong panjang … hhhhhnnnnggggkkkkkkkhhhh ahhh… aaahhh… aaahhh… kembali bu Dhona merasakan orgasmenya Kuturunkan kaki Bu Dhona dan kuarahkan aga bu Dhona si ibu rumah tangga tidur dengan posisi menyamping Ku angkat kaki sebelah kanannya dan kumasukan lagi kontolku ke memeknya dengan posisi menyamping dan menduduki kakinya yang sebelah kiri Perlahan namun pasti, sambbil menggenjot kupegangi kaki kanannya maju mundur, lama kelamaan ku percepat genjotanku sambil memilin2 pentil susu bu Dhona Menerima perlakuanku bu Dhona makin belingsatan dan terus ber ah oh membuat libidoku semakin memuncak Ku percepat kocokanku dan akhirnya sambil menjilati betis bu Dhona kulepaskan pejuhku kedalam memek bu Dhona… Huuuuaaaahhhhh… aaaahhhhh… mmmmhhhhh… crrrroooottttt… crroooootttthh… crooooooooottthh… sekitar lima kali kutembak memek bu Dhona si ibu rumah tangga dengan pejuhku Terasa lemas badanku Serasa copot semua persendian badan… akupun melorot dan rebah disambping bu Dhona… kupeluk badannya dan kucium pipi dan bibirnya dengan mesra… makasih sayang… saya senang dan puas melakukan ini sama bu Dhona Ia hanya tersenyum dan mengusap-usap dadaku Kami berpelukan dan berciuman sekitar 2 menitan Lalu bu Dhona berdiri dan mengambil cdnya Ia lalu mengelapi memeknya yang basah Setelah itu, ia pun kemudian mengelapi kontolku yang mulai mengendor usai bertempur Ia lalu mencium bibirku dan berdiri kembali, “aku ke kamar mandi dulu sayang…” katanya sambil berlalu tanpa busana ke kamar mandi Aku hanya terbaring tersengal2 mengatur napasku Tak lama aku tertidur… bertelanjang bulat di kamar bu Dhona… aku terbangun saat terasa ada yang geli di daerah kontolku Saat kubuka mataku, bu Dhona sedang asyik mengulum kontolku Kubelai lembut rambutnya sambil melenguh menahan nikmat Tak lama setelah kontolku tegak lurus kembali, bu Dhona mengambil posisi duduk membelakangiku Dimasukkannya kontolku kedalam memeknya disertai desahan panjang aaaahhhhh… ssshhhhh… lau ia turun naik mengocok kontolku dengan memeknya Sekitar 3 menit kemudian ia kembali mencapai puncak kenikmatannya sambil bersujud dan kontolku kembali dibasahi oleh lendir kenikmatan bu Dhona si ibu rumah tangga Kupegang pantat bu Dhona agar dia tetap dalam posisi bersujud Kosodok lagi dia dan kami lakukan doggy style Crek…ccreeekk…plok … plookkk crek… creeek… hnya suara itu yang terdengar saat kontolku menyodok memek bu Dhona dari belakang Tak lama terasa aku ingin keluar dan kurapatkan paha bu Dhona dan kutembak lagi dengan pejuhku memeknya… oooooouuuughhhh… aaaaaaaaahhhhh… hanya kata itu yang terucap saat kulepaskan pejuhku… bu Dhona lalu berbalik dan menciumi bibirku “Makasih sayang, kamu udah puasin aku malem ini… Aku mau malem-malem selanjutnya juga kamu bisa puasin aku…” “sama-sama, ternyata benar… ga semua perabotan tua itu usang Buktinya Bu Dhona si ibu rumah tangga perabottannya masih oke banget… aku suka banget…” kataku… bu Dhona hanya mencibir dan menjulurkan lidahnya… weeek katanya Bu Dhona bangkit menuju kursi di depan meja riasnya sambil nungging ia membersihkan memeknya yang basah kuyup Melihat pemandangan itu, kontolku perlahan mulai naik lagi dan kudekap bu Dhona dari belakng sambbil menciumi bagian belakang lehernya Tak tahan berlama-lama, kuangkat kaki sebelah kanannya dan kusodok lagi memeknya dengan kecepatan sedang Ku sodoki terus memeknya dari belakang sambil memegangi kaki kanannya dan menjilati leher belakangnya sekitar 5 menit ku entot bu Dhona dari belakang dan akhirnya aku pun melepaskan pejuhku untuk yang kesekian kalinya di dalam memeknya yang hangat dan nikmat… “Udah dong sayang… dengkulku rasa mau copot nih… ” kata bu Dhona si ibu rumah tangga memelas… Karena lemas mungkin bu Dhona nggelosor di bawah meja rias kuangkat tubuhnya dengan susah payah dan kurebahkan di kasur… lalu kamipun tertidur berpelukan dengan kondisi lelah dan telanjang bulat Ditambah pula selangkangan yang lengket karena lendir yang belum sempat dibersihkan Pagi harinya kami tersentak kaget karena nampak hari sudah terang Terburu-buru kami menuju kamar mandi dan mandi bareng sambil cekikikan mengingat kejadian tadi malam Selepas mandi, dengan bertelanjang bulat kami menuju kamar bu Dhona dan aku segera mengganti pakaian dengan baju adat Saat kami berpakaian, aku sempat terangsang lagi saat melihat bu Dhona si ibu rumah tangga berdandan sambil telanjang bulat Namun dengan lembut bu Dhona menolak segal uapayaku untuk mengajaknya bercinta “jangan dulu ah, tar repot… harus mandi dan keramas lagi!!” katanya “nanti aja selesai hajatan, dan anakku gak pulang lagi Kamu boleh apain aja aku…” Aku tak menjawab hanya mengusap memeknya dengan lembut dan mencium pipinya saja Di tempat hajatan, Bu Dhona tak mau jauh denganku Bahkan dibawah meja tangannya selalu mengusap-usap kontolku dengan pelan dan lembut Saat kontolku tegang ia hanya tertawa cekikikan sambil pergi meninggalkan aku yang bersungut-sungut susah payah menenangkan adekku yang berdiri Sampe sekarang, aku sudah beristri dan beranak pun, kadang-kadang kami masih melakukannya Sekarang bu Dhona si ibu rumah tangga sudah berusia 55 tahun dan memeknya masih gurih dan sedap setiap kali kuentotin. END


Share On Facebook
Share On Twitter

Kategori: Cerita Bokep Abg, Cerita Nafsu Setengah Baya, Cerita Panas Selingkuh,

Belum ada komentar